Tampilkan postingan dengan label view sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label view sepakbola. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 April 2010

Barcelona Terhenti, Inter Melaju

Seru!! Itulah pertandingan semalam Barcelona vs Inter MIlan. Akhirnya setelah 38 tahun, Inter ke final liga Champion. Kalah aggregat 1-3 dari Inter, Barcelona terus menekan dari menit awal pertandingan. Inter pun sudah menerapkan permainan defensive. Dari ball position saja 80 % - 20% untuk Barcelona.

Sampai akhirnya memasuki menit ke- 28 Inter kehilangan Thiago Motta dan bermain dengan 10 pemain. Barca menunjukkan dominasinya dan menguasai bola. Hanya mereka kesulitan masuk ke kotak penalti lawan. Serangan mereka dengan mudah dihentikan barisan pertahanan Nerazzurri yang bermain disiplin dan tak kenal kompromi. Tak heran bila Thiago Motta sudah mendapat kartu kuning di menit ke-sepuluh.

Selanjutnya, Barca kembali melakukan tekanan melalui Lionel Messi. Namun, Maicon berhasil membuang bola. Namun, Messi melakukan pelanggaran yang mengakibatkan Maicon merasa sakit di bagian bahu. Beruntung, bek asal Brasil ini bisa bermain kembali.

Pertandingan sedikit membosankan karena Barca gagal mengembangkan permainan menyerang. Di sisi lain, pemain Inter berusaha menghentikan laju pemain tuan rumah mealui tackling. Akibatnya, pertandingan kerap terhenti dan banyak terjadi bola mati

Meski mendapat tekanan, Inter sesekali masih bisa melakukan serangan balik. Tercatat striker Diego Milito sempat mengancam pertahanan Barca sehingga terpaksa dijatuhkan dan membuahkan tendangan bebas. Sayangnya, Inter tak mampu memanfaatkan peluang tersebut.

Pertandingan mulai memanas saat terjadi insiden perebutan bola antara Thiago Motta dan Sergio Busquets pada menit ke-28. Dalam perebutan bola, tangan Thiago Motta mengenai wajah Busquet yang membuatnya terjatuh.

Namun yang mengejutkan bagi pemain Inter, wasit Frank De Bleeckere kemudian menjatuhkan kartu kuning kedua yang diikuti kartu merah untuk Thiago Motta.

Insiden itu sempat membuat pemain Inter terpancing emosi. Apalagi, Busquests seperti sengaja 'mengusir' Thiago Motta. Pelatih Inter Jose Mourinho hanya bisa tersenyum dan bertepuk tangan karena dikartumerahnya Thiago Motta.


Menghadapi lawan yang bermain dengan sepuluh orang, Barca makin meningkatkan serangan. Messi sempat mengancam gawang Inter. Sayangnya, upaya Messi bisa digagalkan oleh Julio Cesar.

Inter juga melakukan perubahan dengan memperkuat pertahanan. Strategi itu membuahkan hasil sampai berakhirnya babak pertama. Barca tetap kesulitan mencetak gol.

Memasuk babak kedua, permainan Inter tak menurun. Mereka tetap bermain dengan disiplin tinggi. Meski membiarkan pemain Barca memasuki daerah pertahanan, namun mereka sudah mengantisipasnya. Akibatnya, Julio Cesar jarang mendapat ancaman berarti.

Guardiola kemudian memasukkan Bojan dan Jeffren untuk menggantikan Ibrahimovic dan Busquets. Masuknya dua striker itu diharapkan meningkatkan daya gedor Barca.

Mourinho meladeninya dengan memasukkan Sulley Muntari yang menggantikan Wesley Sneijder. Strategi Mourinho yang memperkuat lini pertahanan memang efektif dan membuat pemain Barca frustrasi.

Apalagi, Messi kembali tak berkutik. Ia tak memiliki ruang gerak untuk memperlihatkan aksi individunya.


Saat pertandingan tersisa sepuluh menit lagi, Barca makin meningkatkan serangan. Peluang bagus diperoleh Bojan saat menyambut umpan silang Messi. Hanya, sundulannya masih melebar.

Upaya Barca akhirnya membuahkan hasil di menit ke-84. Pique yang mendapat umpan dari Xavi berhasil lolos dari jebakan offside. Ia sempat menunjukkan aksi dengan memutar badan untuk menghindari tackling Cordoba dan kemudian melepaskan tendangan ke gawang yang kosong. Pasalnya, Julio Cesar juga sudah telanjur meninggalkan gawang.

Hanya, gol itu terlambat. Upaya Barca untuk melakukan tekanan di menit terakhir selalu gagal. Apalagi, kiper Inter tampil menawan. Dia menggagalkan peluang dari Messi dan Xavi.

Bojan sesungguhnya mencetak gol di menit ke-92. Namun, wasit tak mengesahkan karena sebelumnya terjadi pelanggaran.

Upaya Bojan menjadi peluang terakhir Barca. Tak lama kemudian wasit meniup peluit panjang. Harapan Barca mempertahankan gelar di Santiago Bernabeu pupus sudah. Sementara Inter berpesta karena sudah terlalu menunggu untuk menembus final.

Di final, Inter akan menghadapai Muenchen yang menang atas Lyon dengan aggregat 4-0 pada pertandingan sebelumnya.


Kamis, 22 April 2010

Muenchen vs Lyons


Huufff hampir lupa nih nulis tentang pertandingan Champion League semalam antara Muenchen dan Lyons. Dan berakhir dengan kemenangan Muenchen 1-0. Pertandingannya berjalan cukup keras dengan dikeluarkannya 2 kartu merah masing-amsing satu kartu dan permainan yang saling menyerang. Kebuntuan Muenchen dipecahkan oleh Robben pada menit ke 69.

Bayern sekali lagi mendapat peluang melalui Robben yang lagi-lagi melalui sepakan kaki kirinya coba mengalahkan Lloris, namun bola berhasil ditepis dan wasit pun terlanjur meniupkan peluit offside bagi Gomez.

Robben ditarik keluar saat laga memasuki menit 85 dan digantikan Altintop. Bayern membuktikan dominasi mereka sepanjang babak dua berlangsung dan Lyon hanya mendapatkan kesempatan sedikit saja mengendalikan bola.

Tak ada lagi gol yang tercipta sampai peluit panjang dibunyikan dan Bayern pun meraih kemenangan pada leg I semifinal ini. Namun demikian, Lyon masih memiliki peluang membalas pada pertemuan kedua pada 27 April mendatang


Selasa, 20 April 2010

Inter Milan vs Barcelona, Berat Bagi Barcelona Menguntungkan Untuk Inter Milan


Pertandingan perempat final Inter Milan vs Barcelona dini hari tadi sungguh sangat menarik. Pelatih Jose Maurinho yang syarat pengalaman berhasil menerapkan taktik yang mendikte permainan Barcelona. Kemenangan 3-1 atas Barcelona membuat kubu Inter diatas angin. Tapi Barcelona juga masih mempunyai kesempatan lolos ke final dengan keuntungan satu gol tandang.

Gol pertama diciptakan Barcelona melalui umpan gelandang serang Maxwell yang menggiring bola dari sisi kiri pertahanan Inter menusuk gawang Julius Cesar kemudian mengumpankannya kepada Pedro yang berdiri bebas dan meneruskan menjadi sebuah gol pada menit ke-19.

Inter, yang sempat memperoleh dua peluang melalui Samuel Eto'o dan Diego Milito, akhirya mampu menyamakan 1-1 pada menit ke-30 melalui playmaker Wesley Sneijder.

Pemain Belanda itu tak terkawal di jantung pertahanan Barcelona untuk mengubah operan pendek Milito menjadi gol. Karena pemain bertahan Barcelona terlalu konsentrasi di mulut gawang dan tidakmelihat Sneijder yang berdiri bebas di sebelah kiri gawang.

Permainan Inter makin efektif di babak kedua. La Beneamata terlihat paham bagaimana mengeksploitasi kelemahan pertahanan Barca ketika kehilangan bola.

Hanya tiga menit setelah jeda, gawang Valdes kembali bergetar. Kali ini, Maicon yang bergerak dari belakang menyambar umpan pendek Milito menjadikan skor 2-1. Awal babak kedua terlihat Barcelona kehilangan konsentrasi untuk memberikan umpan dan operan.

Dan di saat Barca belum mampu bangkit, Inter pun memimpin 3-1 setelah Milito menyelesaikan bola hasil tandukan Sneijder yang meleset pada menit ke-61.

Tertinggal dua gol, Barca semakin intens dalam menyerang. Namun usaha mereka untuk mencetak gol tambahan tak kunjung berhasil meski para pemain Inter mulai menurunkan tempo permainan dan fokus bertahan.

Inter pun akhirnya menggapai keunggulan penting sebelum berlaga di Nou Camp pekan depan. Barcelona harus unggul setidaknya 2-0 bila ingin tetap melaju ke final di Santiago Bernabeu.