Senin, 19 Juli 2010
Momen Yang Terlewatkan
Minggu, 06 Juni 2010
Jabulani, Bola Piala Dunia Dapat Predikat Mengerikan
Jabulani terus dicaci-maki. Bola resmi Piala Dunia 2010 itu dianggap seperti peragawati yang kekurangan makan dan menjalani terlalu banyak bedah plastik: terlalu ringan dan gerakan lengkungnya susah diprediksi.
Nyaris tak ada suara positif dari pemain dan pelatih tentang bola ini. Kiper adalah pihak yang paling keras menyuarakan ketidakpuasannya. "Sebuah bencana," kata kiper Prancis, Hugo Lloris, tentang bola itu. Kiper Brasil, Julio Cesar, menyebut Jabulani dengan sebutan "mengerikan" dan sebagai bola kelas supermarket.
Kiper Spanyol, Iker Casillas, melukiskan bola ini seperti bola pantai. Kiper Italia, Gianluigi Buffon, melabeli bola ini dengan "memalukan". Sedangkan kata "menakutkan" dipakai kiper inggris, David James. Kiper Uruguay, Fernando Muslera, menyebutnya sebagai "yang terburuk yang pernah saya gunakan".
Problemnya, gerakan bola ini kerap susah diprediksi. Penyerang Brasil, Julio Baptista, menilai bola itu tak menguntungkan kiper maupun penyerang karena kerap bergerak ke arah yang tak terduga.
Penyerang Italia, Giampaolo Pazzini, melukiskan bola itu kerap bergerak lebih liar dan susah dikontrol. "Anda melompat untuk menyundul bola sebuah umpan silang dan tiba-tiba bola bergerak, dan Anda pun luput," katanya.
Pelatih Denmark, Morten Olsen, juga ikut mengeluhkan bola itu setelah timnya kalah 1-0 dalam uji coba melawan Australia. "Kami bermain dengan bola yang mustahil dan kami harus membiasakan diri dengan itu," katanya. Penyerang Brasil, Robinho, menilai bola itu dibikin oleh orang yang tak pernah bermain bola. "Tapi tak ada yang bisa kami lakukan. Kami harus bermain dengan itu."
Keluhan senada dilontarkan pelatih Brasil, Carlos Dunga. Keluhan itu kemudian ditanggapi miring oleh Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke. "Bola sama telah digunakan oleh sejumlah tim sejak dipasarkan oleh Adidas," katanya. "Brasil mengatakan itu karena mereka takut tak mampu jadi juara, dan mereka kemudian bisa menyalahkan bola. Kita akan lihat."
Dunga tampak geram mendengar komentar itu. "Ia seharusnya mencoba bermain," katanya. "Bila sudah mencoba memainkan bola itu, ia pasti akan memiliki pendapat berbeda. Dia memang lelaki yang pernah bermain di lapangan. Saya ingin ia ke sini ikut dalam latihan kami. Kami akan memberinya bola untuk melihat apakah ia bisa mengontrolnya." Dunga pun menegaskan tak hanya kubu Brasil yang mengeluhkan bola itu. "Sejumlah pemain sukses lain juga mengeluh."
Produsen bola itu, Adidas, tampak terkejut atas banyaknya suara miring itu. Jabulani (diambil dari bahas Zulu yang berarti untuk merayakan) justru diklaim sebagai bola paling inovatif yang pernah dibuat. Teknologi pembuatannya juga memmastikan bola itu yang paling akurat dan bulat. "Jabulani telah dites untuk memenuhi standar FIFA dan memiliki kelebihan akurasi hingga 27 persen dibanding bola yang ada di pasar saat ini," kata Antonio Zea, Direktur Sepak bola Adidas America.
Adidas sendiri terus memperbaiki performa bola yang diciptakannya dengan semangat untuk mendukung pertandingan yang menghasilkan lebih banyak gol. Maklum, rata-rata gol yang terjadi dalam Piala Dunia terakhir menunjukkan tren penurunan, yakni 2,71 gol pada 1994; 2,67 gol pada 1998; 2,52 gol pada 2002; dan 2,3 gol pada 2006.
Karena itu, di tengah kritik tersebut, Jabulani dipastikan akan tetap dipakai di Afrika Selatan. Hal itu sudah ditegaskan Thomas van Schaik, juru bicara Adidas. "Bila Anda melihat pada sejarah, selalu ada kritik terhadap bola sebelum Piala Dunia. Tapi kritik itu tak banyak muncul sesudahnya, setelah Anda melihat banyak gol dan banyak penyelamatan," katanya.
Dalam dua Piala Dunia terakhir, kritik terhadap bola memang kerap muncul. Fevernova, yang digunakan pada 2002, dikritik karena dianggap terlalu ringan dan sangat mudah memantul. Bola Teamgeist, yang diperuntukkan buat Piala Dunia 2006, justru dianggap terlalu berat dan dibuat hanya menguntungkan para penyerang.
Para pemain tampaknya dengan terpaksa harus menerima kehadiran bola itu. Gelandang Amerika Serikat, Clint Dempsey, justru sudah menemukan cara terbaik untuk memainkan bola itu. "Bila menendangnya dengan benar--Anda jangan melakukannya terlalu keras--Anda bisa memberikan kesulitan kepada kiper," katanya. "Hanya, harus diingat, Anda harus memberi perhatian lebih pada hal detail saat melakukan operan. Bila melakukannya dengan keliru, Anda akan berakhir dengan menanggung malu."
David James, kiper Inggris, juga siap menerima Jabulani. "Itu mengerikan, tapi juga mengerikan bagi semua orang," katanya.
sumber
Senin, 31 Mei 2010
Jadwal Piala Dunia Afrika Selatan 2010
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2010
Grup AAfrika Selatan v Meksiko, 15:00
Uruguay v Perancis, 19:30
Rabu, 16 Juni 2010
Afrika Selatan v Uruguay, 19:30
Kamis, 17 Juni 2010
France v Meksiko, 12:30
Selasa, 22 Juni 2010
France v Afrika Selatan, 15:00
Meksiko v Uruguay, 15:00
Argentina v Nigeria, 12:30
Korea Selatan v Yunani, 15:00
Kamis, 17 Juni 2010
Argentina v Korea Selatan, 19:30
Yunani v Nigeria, 15:00
Selasa, 22 Juni 2010
Yunani v Argentina, 19:30
Nigeria v Korea Selatan, 19:30
England v USA, 19:30
Minggu, 13 Juni 2010
Algeria v Slovenia, 12:30
Jumat, 18 Juni 2010
England v Aljazair, 19:30
Slovenia v USA, 15:00
Rabu, 23 Juni 2010
Slovenia v England, 15:00
USA v Aljazair, 15:00
Jerman v Australia, 15:00
Serbia v Ghana, 19:30
Jumat, 18 Juni 2010
Jerman v Serbia, 12:30
Sabtu, 19 Juni 2010
Ghana v Australia, 12:30
Rabu, 23 Juni 2010
Australia v Serbia, 19:30
Ghana v Germany, 19:30
Jepang v Kamerun, 15:00
Belanda v denmark, 12:30
Sabtu, 19 Juni 2010
Kamerun v denmark, 19:30
Belanda v Jepang, 15:00
Kamis, 24 Juni 2010
Kamerun v Belanda, 19:30
Denmark v Jepang, 19:30
Italia v Paraguay, 19:30
Selasa, 15 Juni 2010
Selandia Baru v Slowakia, 12:30
Minggu, 20 Juni 2010
Italia v Selandia Baru, 15:00
Paraguay v Slowakia, 12:30
Kamis, 24 Juni 2010
Paraguay v Selandia Baru, 15:00
Slovakia v Italia, 15:00
Brasil v Korea Utara, 19:30
Pantai Gading v portugal, 15:00
Minggu, 20 Juni 2010
Brasil v Pantai Gading, 19:30
Senin, 21 Juni 2010
Portugal v Korea Utara, 12:30
Jumat, 25 Juni 2010
Korea Utara v Pantai Gading, 15:00
Portugal v Brazil, 15:00
Honduras v Chili, 12:30
Spanyol v Swiss, 15:00
Senin, 21 Juni 2010
Chili v Swiss, 15:00
Spanyol v Honduras, 19:30
Jumat, 25 Juni 2010
Chili v Spanyol, 19:30
Swiss v Honduras, 19:30
Itulah Jadwal Piala Dunia 2010
Wah Gawat, Teroris Mengancam Piala Dunia di Afrika Selatan Besok!!
Pengakuan seorang bernama Abdullah Azzam al-Qahtani (diduga pendukung Al Qaeda) yang ditangkap di Irak baru-baru ini mengatakan bahwa ia merencanakan serangan terhadap tim Belanda dan Denmark. Pengakuan ini kontan menimbulkan perdebatan tentang apakah turnamen Piala Dunia tahun ini benar-benar menghadapi ancaman terorisme.
Perkataan Qahtani itu segera dibantah pemerintah Afrika Selatan. Pejabat Afrika Selatan mengatakan status Afsel sebagai anggota Gerakan Non Blok serta kurangnya dukungan masyarakat lokal terhadap kelompok-kelompok gerilyawan akan menjauhkan Afsel dari serangan terorisme.
Pemerintah Afsel juga bekerjasama dengan FIFA, badan-badan keamanan asing serta Interpol untuk membantu memperkuat pandangan bahwa tidak ada ancaman terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2010.
Namun, analis dan pakar keamanan percaya bahwa kemungkinan serangan terorisme tidak bisa dikesampingkan.
Walau Afrika Selatan tidak pernah disebut sebagai salah satu sasaran terorisme dalam beberapa tahun terakhir, beberapa kelompok militan dicurigai telah bermukim di negara ini yang dianggap sebagai tempat aman untuk bersembunyi.
Kritikus mengklaim tindakan korupsi yang meluas di kalangan polisi dan pejabat, termasuk penjual-belian paspor Afrika Selatan bagi orang luar telah merusak upaya pemberantasan terorisme.
Sandee mengatakan pertandingan antara Amerika Serikat dan Inggris pada 12 Juni nanti bisa menjadi salah satu sasaran teror.
Pertandingan yang melibatkan tim Denmark dan Belanda juga diduga akan menjadi sasaran teror karena para gerilyawan ingin membalas dendam atas beberapa penghinaan yang dilakukan terhadap Islam di masa lalu.
Selasa, 27 April 2010
Lyon vs Muenchen, Lyon butuh Keberuntungan
Selasa, 20 April 2010
Inter Milan vs Barcelona, Berat Bagi Barcelona Menguntungkan Untuk Inter Milan

Pertandingan perempat final Inter Milan vs Barcelona dini hari tadi sungguh sangat menarik. Pelatih Jose Maurinho yang syarat pengalaman berhasil menerapkan taktik yang mendikte permainan Barcelona. Kemenangan 3-1 atas Barcelona membuat kubu Inter diatas angin. Tapi Barcelona juga masih mempunyai kesempatan lolos ke final dengan keuntungan satu gol tandang.
Gol pertama diciptakan Barcelona melalui umpan gelandang serang Maxwell yang menggiring bola dari sisi kiri pertahanan Inter menusuk gawang Julius Cesar kemudian mengumpankannya kepada Pedro yang berdiri bebas dan meneruskan menjadi sebuah gol pada menit ke-19.
Inter, yang sempat memperoleh dua peluang melalui Samuel Eto'o dan Diego Milito, akhirya mampu menyamakan 1-1 pada menit ke-30 melalui playmaker Wesley Sneijder.
Pemain Belanda itu tak terkawal di jantung pertahanan Barcelona untuk mengubah operan pendek Milito menjadi gol. Karena pemain bertahan Barcelona terlalu konsentrasi di mulut gawang dan tidakmelihat Sneijder yang berdiri bebas di sebelah kiri gawang.
Permainan Inter makin efektif di babak kedua. La Beneamata terlihat paham bagaimana mengeksploitasi kelemahan pertahanan Barca ketika kehilangan bola.
Hanya tiga menit setelah jeda, gawang Valdes kembali bergetar. Kali ini, Maicon yang bergerak dari belakang menyambar umpan pendek Milito menjadikan skor 2-1. Awal babak kedua terlihat Barcelona kehilangan konsentrasi untuk memberikan umpan dan operan.
Dan di saat Barca belum mampu bangkit, Inter pun memimpin 3-1 setelah Milito menyelesaikan bola hasil tandukan Sneijder yang meleset pada menit ke-61.
Tertinggal dua gol, Barca semakin intens dalam menyerang. Namun usaha mereka untuk mencetak gol tambahan tak kunjung berhasil meski para pemain Inter mulai menurunkan tempo permainan dan fokus bertahan.
Inter pun akhirnya menggapai keunggulan penting sebelum berlaga di Nou Camp pekan depan. Barcelona harus unggul setidaknya 2-0 bila ingin tetap melaju ke final di Santiago Bernabeu.
